, ,

Kronologi Bripda Waldi Bunuh Dosen Wanita di Bungo, Berawal Cekcok

oleh -468 Dilihat

Lhoseumawe – Kronologi Bripda Waldi Kasus pembunuhan yang melibatkan anggota kepolisian kembali menghebohkan masyarakat. Seorang anggota Polri bernama Bripda Waldi (25), yang bertugas di Polres Bungo, Jambi, diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan terhadap seorang dosen wanita berinisial SR (32) dari salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Bungo. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu malam (2/11/2025) dan kini sedang diselidiki secara mendalam oleh pihak kepolisian.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena pelaku merupakan aparat penegak hukum, sementara korban dikenal sebagai dosen muda yang aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan di kampusnya.


Awal Mula: Pertengkaran di Tempat Sepi

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tragis itu berawal dari pertengkaran antara Bripda Waldi dan SR di dalam mobil milik korban yang terparkir di kawasan Kelurahan Sungai Binjai, Kecamatan Bungo Dani, sekitar pukul 20.30 WIB.

Menurut keterangan saksi yang sempat melihat, mobil tersebut terparkir cukup lama di pinggir jalan. Warga sekitar sempat mendengar suara perempuan berteriak meminta tolong, disusul dengan suara benturan keras.

Kapolres Bungo, AKBP Widi Purwanto, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, keduanya memang telah saling mengenal cukup lama. “Dari hasil pemeriksaan awal, mereka memiliki hubungan dekat. Namun, malam itu terjadi cekcok hebat yang berujung pada tindakan fatal,” ujar Widi dalam konferensi pers di Mapolres Bungo, Senin (3/11/2025).


Aksi Brutal di Tengah Emosi

Kronologi Bripda Waldi
Kronologi Bripda Waldi

Baca Juga : Prabowo Ungkap Kerugian Indonesia Akibat Judi Online

Setelah pertengkaran memanas, Bripda Waldi diduga kehilangan kendali emosi. Ia lalu menyerang korban menggunakan senjata tajam yang diduga sudah ia bawa sebelumnya. SR mengalami luka parah di bagian leher dan dada hingga akhirnya meninggal di tempat kejadian.

“Pelaku sempat mencoba menolong korban, tapi saat itu korban sudah tidak bernyawa. Dalam kepanikan, pelaku malah melarikan diri,” ungkap AKBP Widi.

Setelah kejadian, warga yang penasaran dengan suara ribut dan teriakan di sekitar lokasi mendekat ke mobil tersebut. Mereka mendapati SR sudah tergeletak bersimbah darah di kursi depan, sementara pelaku sudah tidak berada di lokasi.


Pelarian Singkat dan Penangkapan

Polisi yang menerima laporan dari warga segera melakukan penyisiran. Bripda Waldi sempat melarikan diri ke arah perbatasan Muaro Bungo–Tebo, namun hanya berselang beberapa jam kemudian ia berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Satreskrim Polres Bungo dan Propam Polda Jambi.

Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan. Saat ditangkap, Bripda Waldi terlihat tertekan dan menangis, bahkan sempat mengaku menyesali perbuatannya.

“Kami amankan pelaku di rumah kerabatnya di wilayah Rimbo Tengah sekitar pukul 03.00 dini hari. Barang bukti berupa pisau dan pakaian pelaku juga sudah disita,” kata Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Herianto.


Hubungan Antara Pelaku dan Korban

Pihak kepolisian menyebut, dari hasil pemeriksaan sementara, Bripda Waldi dan SR sudah saling mengenal lebih dari satu tahun. Mereka disebut pernah menjalin hubungan dekat secara pribadi, namun belakangan hubungan itu memburuk.

Menurut keterangan rekan korban, SR sempat curhat bahwa Bripda Waldi kerap bersikap posesif dan mudah marah, terutama jika korban menolak untuk bertemu atau membatasi komunikasi.

“Korban sempat bercerita ke kami kalau pelaku sering mengancam. Tapi kami tidak menyangka akan berakhir seperti ini,” ujar salah satu rekan kerja korban yang enggan disebutkan namanya.


Kronologi Lengkap Kejadian

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, berikut kronologi lengkap peristiwa pembunuhan tersebut:

  1. Pukul 19.45 WIB: Korban SR menjemput Bripda Waldi di kawasan Pasar Muara Bungo. Keduanya kemudian menuju ke daerah Sungai Binjai.

  2. Pukul 20.15 WIB: Terjadi adu mulut di dalam mobil. Beberapa warga mendengar suara bentakan dan tangisan.

  3. Pukul 20.30 WIB: Suara teriakan minta tolong terdengar, diikuti benturan keras. Setelah itu, situasi hening.

  4. Pukul 21.00 WIB: Warga curiga dan mendekati mobil. Mereka menemukan SR sudah tidak bernyawa.

  5. Pukul 22.00 WIB: Polisi tiba di lokasi, melakukan olah TKP, dan mengidentifikasi korban.

  6. Pukul 03.00 WIB: Pelaku berhasil ditangkap di Rimbo Tengah setelah sempat melarikan diri.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.