jeritan lhoseumawe – FISIP Unimal Bahas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali menggelar kuliah umum yang mengangkat topik hangat seputar perkembangan dunia media. Kali ini, FISIP Unimal membahas tema besar “Pers Indonesia di Era Media Sosial dan AI” yang menghadirkan berbagai perspektif dari para praktisi media, akademisi, serta ahli teknologi informasi.

baca juga ; Harga Emas Antam Hari Ini 12 Desember 2025 Melonjak, Berikut Daftar Lengkap Harga Emas per Gram
FISIP Unimal Bahas Acara yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Desember 2025 ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang tantangan, perubahan, dan peluang yang dihadapi oleh pers di Indonesia, terutama dalam menghadapi fenomena media sosial dan kecerdasan buatan (AI). Di era yang serba cepat dan digital ini, sektor pers dituntut untuk beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi oleh masyarakat.
Pers Indonesia di Era Media Sosial: Tantangan dan Peluang
“Media sosial telah mengubah pola konsumsi informasi. Berita tidak lagi hanya datang dari media mainstream, tetapi juga bisa berasal dari platform seperti Twitter, Instagram, dan TikTok. Hal ini mengubah dinamika pers di Indonesia dan mempengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi.” ujar Dr. Amran.
Menurutnya, meskipun media sosial memberi kebebasan lebih kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi, hal ini juga memunculkan masalah besar, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, serta berita palsu yang dapat meresahkan publik. Pers di Indonesia harus dapat beradaptasi untuk tetap menjaga integritas dan kepercayaannya di tengah banjir informasi yang datang dari berbagai sumber.
FISIP Unimal Bahas Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Transformasi Media
Sebagai bagian dari kuliah umum, Dr. Riza Fauzi, seorang praktisi media dan pakar teknologi informasi, memberikan pandangan mengenai bagaimana kecerdasan buatan (AI) berperan besar dalam dunia pers. Menurutnya, AI telah membawa revolusi besar dalam cara jurnalis bekerja dan dalam pembuatan berita.
Sejumlah media besar kini telah memanfaatkan AI untuk mempercepat proses peliputan, menghasilkan berita yang lebih cepat, dan bahkan membuat algoritma yang dapat menyesuaikan berita sesuai dengan preferensi pembaca.” jelas Dr. Riza Fauzi.
Keputusan editorial harus tetap berada di tangan manusia, karena kecerdasan buatan masih jauh dari sempurna dalam menilai konteks sosial dan budaya yang ada.
Membangun Sinergi antara Media Sosial dan Media Tradisional
Dalam diskusi panel yang dipandu oleh Prof. Dr. Irfan H.
Para pembicara yang hadir dalam acara ini sepakat bahwa meskipun media sosial menjadi platform utama untuk mendapatkan informasi, media tradisional seperti televisi, radio, dan surat kabar masih memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang akurat dan terpercaya.
Siti Lestari, seorang wartawan senior dan pemimpin redaksi di sebuah media nasional, menekankan bahwa meskipun media sosial memberikan akses informasi secara cepat, verifikasi tetap menjadi masalah utama. “Di media sosial, informasi bisa dengan mudah tersebar tanpa melalui proses verifikasi yang ketat. Inilah yang menjadi tantangan utama bagi media mainstream, yang harus selalu mengedepankan prinsip verifikasi sebelum menyebarkan berita kepada publik.”
Media tradisional memiliki tanggung jawab untuk menyajikan berita yang objektif dan seimbang agar publik bisa mendapatkan informasi yang lebih holistik.
Pentingnya Literasi Digital dan Etika Berita
Taufik Hidayat, seorang pengamat media sosial, mengatakan bahwa literasi digital menjadi kunci untuk menghindari penyebaran hoaks dan misinformasi di era media sosial ini.
Tanpa literasi yang baik, mereka akan lebih mudah terpengaruh oleh berita palsu yang beredar di media sosial. Media harus berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara membaca dan mencerna informasi dengan kritis.”
Selain literasi digital, diskusi ini juga menyoroti pentingnya etika berita dalam dunia jurnalistik yang terus berkembang. Di era yang serba cepat ini, jurnalis harus tetap berpegang pada kode etik jurnalistik meskipun tekanan untuk menghasilkan berita dalam waktu singkat semakin besar.
Media Sosial: Potensi atau Ancaman?
Para panelis menyatakan bahwa media sosial, meskipun dapat mempercepat distribusi informasi, sering kali membawa dampak negatif seperti penyebaran hoaks, kampanye disinformasi, dan bahkan polarisasi di kalangan masyarakat.
Namun, media sosial juga memiliki potensi besar untuk mendukung jurnalisme warga dan memberikan ruang bagi suara-suara yang selama ini terpinggirkan.
“Media sosial telah membuka banyak peluang bagi jurnalis untuk mengekspos isu-isu yang mungkin tidak mendapat perhatian di media mainstream.
Keterlibatan Mahasiswa dalam Perkembangan Media
Kuliah umum ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa FISIP Unimal untuk berdiskusi langsung dengan para praktisi dan akademisi seputar tren terbaru dalam dunia media. Mahasiswa yang hadir dalam acara ini sangat antusias, terutama dengan peluang untuk mengenal lebih jauh tentang peran AI dalam produksi berita serta cara mengatasi tantangan-tantangan yang ada di dunia media sosial.
Farhan, seorang mahasiswa FISIP Unimal, mengungkapkan, “Kuliah umum ini sangat membuka wawasan kami sebagai mahasiswa jurnalistik. Kami jadi lebih paham tentang bagaimana teknologi seperti AI bisa mengubah cara kita bekerja, serta pentingnya menjaga etika dalam dunia pers.”
Kesimpulan: Media yang Bertanggung Jawab di Era Digital
Media sosial dan AI telah mengubah lanskap pers secara drastis, namun tetap ada ruang bagi media tradisional untuk memainkan perannya dalam menjaga objektivitas dan keakuratan informasi.

![DPR-Desak-OJK-Buat-Hapus-Aturan-Tagih-Utang-Lewat-Debt-Collector[1] DPR Minta OJK](https://www.konyaescortlar.com/wp-content/uploads/2025/12/DPR-Desak-OJK-Buat-Hapus-Aturan-Tagih-Utang-Lewat-Debt-Collector1-148x111.webp)
![693bb6c3f1e16[1]](https://www.konyaescortlar.com/wp-content/uploads/2025/12/693bb6c3f1e161-148x111.jpg)
![112021_ilustrasi-emas[1]](https://www.konyaescortlar.com/wp-content/uploads/2025/12/112021_ilustrasi-emas1-148x111.webp)
![Tengkorak-di-Kepahiang[1]](https://www.konyaescortlar.com/wp-content/uploads/2025/12/Tengkorak-di-Kepahiang1-148x111.webp)
![026497300_1754152890-4aaca305-09c4-4c77-91e3-5ae5729dd56b[1]](https://www.konyaescortlar.com/wp-content/uploads/2025/12/026497300_1754152890-4aaca305-09c4-4c77-91e3-5ae5729dd56b1-148x111.jpeg)