Lhoseumawe – Ponpes di Situbondo Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ikhlas di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, setelah salah satu bangunan utama pesantren ambruk pada Rabu (30/10) malam. Peristiwa itu mengejutkan para santri dan warga sekitar, sebab bangunan yang roboh merupakan asrama santri putra yang baru saja selesai direnovasi beberapa bulan lalu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, beberapa santri mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri. Kini mereka sudah mendapat perawatan di puskesmas terdekat.
Pengasuh pondok, KH Ahmad Fauzi, dalam keterangannya kepada awak media menegaskan bahwa peristiwa itu murni musibah alam dan tidak ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian manusia. Menurutnya, hujan deras dan angin kencang yang melanda kawasan Situbondo sejak sore menjadi penyebab utama ambruknya bangunan.

“Ini murni musibah, tidak ada yang kami salahkan. Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir sangat berpengaruh. Atap bangunan tidak kuat menahan terpaan angin besar, lalu temboknya ikut roboh,” ujar KH Ahmad Fauzi dengan nada tenang namun penuh keprihatinan.
Baca Juga : Ketua Komisi VIII Sebut Ada Pesawat Haji Krunya Pakai Rok Tinggi-tinggi
Bangunan yang ambruk diketahui berukuran sekitar 20 x 10 meter, terdiri dari dua lantai, dan digunakan untuk menampung sekitar 40 santri. Saat kejadian, sebagian besar santri sedang mengikuti pengajian malam di aula utama, sehingga asrama dalam keadaan kosong. Hanya ada beberapa santri yang tertinggal karena sakit atau beristirahat lebih awal.
Menurut salah satu saksi mata, Hasan (17), santri kelas akhir, suara gemuruh terdengar tiba-tiba dari arah barat pondok sekitar pukul 19.45 WIB. “Kami kira petir, tapi ternyata atap asrama runtuh. Suaranya keras sekali. Setelah itu listrik padam dan semua santri panik keluar,” katanya.
Tim BPBD Kabupaten Situbondo yang tiba di lokasi tidak lama setelah kejadian langsung melakukan pembersihan puing dan pendataan kerusakan.
“Tim kami sudah memastikan tidak ada korban tertimbun. Hanya beberapa luka ringan akibat terkena serpihan kayu dan genting. Kami juga telah memasang garis pengaman agar santri tidak mendekati area reruntuhan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Bambang Setiawan.
Bambang menambahkan bahwa konstruksi bagian atap bangunan terlihat rapuh di beberapa sisi. .
